COETMUTU

KESADARAN

May 19, 2008 · Leave a Comment

saat semua terasa tak nyata

dalam keadaan hampa tak bernyawa

aku terkurung dalam dimensi persegi

dengan mata memerah menanti mati

semua kurasa sempit, seperti cerita yang berhenti tanpa ending yang pasti

diam disudut ruangan tanpa mengenal tuhan

tanpa sinar penerang

semakin hanyut dalam kesepian

akhirnya aku datang pada kegilaan

seperti tak ada batas kenyataan

aku terhanyut dalam khayalan

tersesat dan tidak bisa pulang

lalu aku putus asa akan segalanya

ingin terus tenggelam saja kemudian mati,

Sampai saat malaikat membentangkan sayapnya

membawaku terbang menuju jalan pulang

aku tahu kamu adalah malaikat itu

pemberikan sinar terang dan hangat

yang memusnahkan nadi-nadi ini dari kesunyuian

Menempatkan hati ini dalam keramaian

Categories: Sastra
Tagged: ,

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment